Makna Ujian (Nasional)

Baru saja ujian nasional selesai digelar. Semua lega, tinggal menunggu hasilnya.  Para siswa, orang tua, guru kelas, guru les, guru bimbel, pengawas, Kepala Dinas dan seterusnya berharap cemas menantikan hasilnya.  Setelah melewati serangkaian kerja keras, mulai dari persiapan program, pelaksanaan program sampai uji joba beberapa kali dilakukan, akhirnya semua lega, lega karena ujian telah selesai dilaksanakan.

Namun, apa sesungguhnya makna dari kerja keras itu semua?  Apakah sebenarnya yang ingin dimaknai?  kerja keras yang mana?  yang enam bulan persiapan ujiannya ataukah sebetulnya lega atau cemas menanti hasil proses pembelajaran selama sekian tahun?  Apa sebenarnya makna yang terkandung dari perhelatan yang cukup melelahkan sekaligus mendebarkan banyak orang tersebut?  Hikmah apa yang ingin diambil?

Ujian, sesuai dengan katanya, tentunya harus dimaknai dengan benar.  Ujian nasional sebaiknya janganlah dimaknai dengan dangkal, yaitu hanya menganggap ujian untuk menguji seberapa besar daya serap siswa atas apa yang dipelajarinya.  Mengapa kita tidak bersama-sama memaknainya secara luas?

Begini, bagaimana kalau kita membiasakan untuk memaknai ujian seperti ini:

1.  Ujian digunakan untuk melihat seberapa jauh proses belajar siswa berjalan, artinya, seberapa baik guru kita mengajar.

2.  Ujian adalah momen dimana para siswa diuji kejujuran dan tanggung jawabnya dalam belajar dan menjalankan tes. Sehingga siswa akan menolak segala bentuk tawaran untuk membantunya dalam menjawab soal.

3.  Ujian memberi kesempatan kepada seluruh orang tua untuk memberi dukungan morilnya kepada putra putrinya agar mereka berusaha sebaik mungkin dalam menyelesaikan ujian.  Artinya, ini adalah ujian bagi orang tua untuk tidak memberikan dukungan materil dalam membelikan jawaban soal apabila ada yang menawarkan.

4. Ujian menawarkan kepada seluruh pendidik, dalam hal ini guru dan Kepala Sekolah, untuk menjaga martabatnya untuk tidak terpancing melakukan hal-hal yang kurang terpuji karena ingin membantu anak didiknya lulus.  Artinya, guru dan Kepala Sekolah merelakan para siswanya bekerja sendiri dan memperoleh hasil apa adanya.

5.  Ujian memberikan kesempatan kepada para pengawas untuk memberikan dukungan kepada seluruh sekolah binaannya agar ujian berjalan dengan lancar.  Artinya, para pengawas diuji moralnya untuk mendukung pelaksanaan ujian yang bersih dan jujur.

6.  Ujian adalah waktu bagi Kepala Dinas untuk membuktikan bahwa mereka adalah para pelopor pendidikan yang akan berdiri tegak dalam membela kejujuran pelaksanaan ujian.  Artinya, para Kepala Dinas diuji kerelaannya melepas jabatannya apabila hasil ujian tidak sesuai harapan (tidak ada kejujuran).

Itulah makna dari ujian (nasional) yang sesungguhnya.  Mari kita selalu menjaga kelulusan ujian dengan menjaga maknanya secara utuh.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: