Sulitnya Membelajarkan Nilai-Nilai

Bebaberapa bulan yang lalu penulis menghadiri pertemuan sekolah-sekolah yang tergabung dalam sister school. Pada kesempatan tersebut, materi pertemuan yang dibicarakan adalah bagaimana membelajarkan nilai-nilai kepada siswa.  Beberapa sekolah menyampaikan nilai-nilai yang selama ini diberikan kepada siswa, ada pula yang menyampaikan nilai-nilai yang dianut oleh banyak sekolah -sekolah besar yang di import dari kurikulum luar.

Melihat imported values di atas, beberapa sekolah ada yang berminat untuk mengadopsinya.  Uuuuuupssss, …… .  Penulis langsung mengingatkan beberapa manajemen sekolah untuk menahan diri untuk tidak langsung ‘ngiler’ ingin mengadopsi nilai-nilai yang terlihat bagus. Mengapa?  Ada beberapa alasan.

Penulis mengingatkan bahwa nilai-nilai yang ingin kita berikan kepada siswa haruslah diyakini sesuai dengan visi sekolah.  Berikutnya adalah jangan cepat menghakimi bahwa nilai-nilai yang ada kurang wah dibandingkan nilai-nilai di atas.  Yang terpenting adalah bagaimana sekolah secara konsisten membelajarkan nilai-nilai yang ada dalam arti sebenarnya.  Maksudnya adalah, bahwa suatu nilai tidaklah mudah  untuk dipahami oleh mereka yang masih duduk di bangku sekolah, apalagi siswa sekolah dasar.

Meyakini suatu nilai memerlukan waktu, contoh dan konsistensi.  Mari kita refleksi, berapa banyak nilai-nilai yang kita langgar dalam menjalankan kegiatan keseharian kita, meskipun kita berada di dalam dunia pendidikan.  Misalnya, apa yang harus kita lakukan pada saat sekolah terbentur dengan persyaratan akreditasi?  Sekonsisten apa sekolah untuk bertahan untuk tidak keluar aturan?  Itu saja dulu.  Pilihan yang sulit rasanya.  Namun penulis ingin mengingatkan bahwa pilihan yang kita pilih merefleksikan seberapa berhasilnya nilai-nilai yang kita yakini sudah dijalankan.  Sebelum menuntut siswa untuk selalu menjalankan nilai-nilai yang kita berikan, ayo kita tuntut diri kita sendiri sebagai lembaga yang mengedepankan nilai untuk selalu konsisten dengan nilai-nilai yang kita yakini.  Sulit? Memang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: