“One Input Many Output” di Kota Batu

semangat yang tak pernah pudar

Seminggu yang lalu penulis mengunjungi dusun kecil di kota Batu, Malang, Jawa Timur , tepatnya di dusun Brau.  Kunjungan kali ini bertujuan untuk melihat pembelajaran di suatu sekolah yang sudah cukup dikenal di kalangan pendidik.  Apa yang membuat sekolah ini begitu menarik di mata saya?  Pertama, sekolah ini hanya memiliki 48 siswa dengan 3 guru dan satu kepala sekolah.  Kedua, sekolah ini berada di dusun yang jumlah manusianya lebih sedikit dibandingkan jumlah ternak yang ada.  Ketiga, sekolah ini memiliki guru yang berdikasi tinggi.  Ia harus mengajar dua kelas yang dijadikan satu, yaitu kelas 5 dan 6.  Penasaran, saya langsung mengunjunginya.

Pada saat saya datang ke kelasnya, saya melihat guru tersebut sedang mengajar bahasa Indonesia dengan kompetensi dasar yang berbeda untuk ke dua kelas namun serupa.  Ia memulai pengajarannya dengan bercerita dan menggunakan boneka yang dibuatnya sendiri.  Ceritanya waktu itu adalah tentang tikus dan katak.   Ia bercerita dengan penuh ekspresi.  Setiap siswa kelas 5 dan 6 mendengarkannya dengan seksama dan penuh perhatian.

Setelah selesai, guru membagi siswa menjadi tiga kelompok besar, masing-masing kelompok berisi siswa kelas 5 dan 6.  setiap kelompok memiliki tugas sebagai berikut :

1.  Kelompok 1 :  membuat percakapan antara tokoh yang ada di cerita

2. Kelompok 2 :  menceritakan kembali cerita

3. Kelompok 3 :  membuat peta cerita

Setelah saya perhatikan, ternyata guru tersebut sedang menerapkan suatu strategi yang biasa digunakan dalam suatu kelas rangkap (multigrade) atau combined class.  Strategi ini disebut dengan strategi one input many output.

One input yang dimaksud adalah suatu informasi yang diperoleh seluruh siswa.  Biasanya kegiatan ini dilakukan di kegiatan awal.  One input di kegiatan guru di atas adalah kegiatan bercerita dimana seluruh siswa mendengarkan hal yang sama.

Many output biasanya dilaksanakan di kegiatan inti.  Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mengerjakan tugas yang berbeda.  Tugas-tugas tersebut merupakan hasil explorasi dari informasi awal yang diterima oleh seluruh siswa.

Nach,  sederhana bukan?  Strategi ini sangat baik untuk dicoba di kelas biasa atau kelas rangkap (multigrade).  Silahkan mencoba!

4 thoughts on ““One Input Many Output” di Kota Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: