Kepala Sekolah dan Sistem

Beberapa hari yang lalu saya terlibat diskusi dengan seorang rekan saya.  Beliau sekarang ni merupakan bagian dari manajemen di suatu sekolah.  Di tengah-tengah diskusi kami tersebut, tibalah kami pada pembicaraan tentang mana yang harus dipilih, sistem yang bagus atau Kepala Sekolah yang bagus?

Kegiatan Membaca

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terus terang saya tidak bisa langsung menjawab salah satunya tanpa pra syarat.  Dalam arti begini, orang menganggap bahwa sistem yang bagus harus ada dulu karena pemimpin boleh datang dan pergi.  Namun menurut pengalamaan saya, sistem yang bagus tidak akan jalan, tidak akan ada rohnya kalau yang memimpinnya bukan orang yang berkualitas.  Sebaliknya, seorang yang berkualitas dapat membangun suatu sistem.  Penasaran?  Silahkan melanjutkan membaca artikel ini.

Sistem yang bagus itu seperti apa?  Bagi saya, sistem yang bagus adalah suatu sistem yang efektif, yang dibangun berdasarkan kebutuhan, dinamis, dan dibangun bersama.  Apa yang dimaksud dengan dibangun bersama?  Apa seorang pemimpin mengumpulkan beberapa orang dan masuk ke dalam tim untuk diminta pendapatnya?   Kemudian seseorang menuliskannya?  Kemudian langsung dijalankan? Saya pribadi tidak akan memilih jalan itu.  Lalu bagaimana?

Begini, saya akan menggambarkan sebuah contoh saja.  Sebagai kepala sekolah, saya berpendapat bahwa kegiatan membaca sangat baik bagi siswa.  Tapi lewat kegiatan apa saja?  bagaimana proses kegiatan tersebut dan apa yang akan dilihat dari sekolah?  tagihan apa yang akan sekolah minta dari guru dan guru akan meminta apa dari siswa?  Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat saya berpikir dan menggali informasi dari berbagai sumber.  Dalam tahap ini, saya belum melibatkan guru karena mereka terlalu ssibuk dengan tugas kesehariannya.

Setelah memiliki beberapa referensi tentang kegiatan membaca, akhirnya saya terjun denga cara mengajar membaca di salah satu kelas selama enam bulan dengan dilihat oleh salah satu guru.  Enam bulan ke depan, guru tersebut melanjutkan apa yang telah saya mulai.  Tahun depannya lagi, guru tersebut mensosialisasikan kegiatannya ke seluruh guru dengan menggambarkan pengalamannya.  Selesai?  Belum, perjalanan masih panjang.

Saya mensosialisasikan tagihan-tagihan produk anak yang bisa dilakukan guru setelah anak selesai membaca.  Di beberapa pertemuan guru, saya memberi masukan beberapa kegiatan membaca yang variatif.  Kegiatan-kegiatan tersebut dibicarakan lagi di pertemuan-pertemuan berikutnya dengan melihat produk siswa.

Dua tahun kemudian, saya mensosialisasikan draft panduan kegiatan membaca untuk sekolah kami kepada guru-guru.  Draft tersebut berisi kegiatan dan tagihan-tagihan produk siswa yang sudah tidak asing lagi bagi mereka mengingat mereka telah melaksanakannya.  Saya hanya mencatatnya saja.

Suatu saat seorang guru saya mengusulkan  suatu program untuk mengembangkan kompetensi matematika siswa.  Saya mengijinkannya untuk segera menjalankannya.  Setiap waktu kami evaluasi kegiatan tersebut.  Banyak hal-hal yang belum pas.  Sebagai kepala sekolah, saya belum dapat membuatkan panduan bagaimana menjalankan program tersebut secara komprehensif mengingat masih banyak hal yang perlu dikaji.  kami sepertinya memerlukan waktu tiga bulan lagi.  Sudah hampir tiga tahun kami menjalankan program tersebut.

Nach, dari ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem yang baik bagi saya adalah sebagai berikut.

1.  Efektif

2. Teruji

3. Dapat dilaksanakan oleh si pengguna

4. Dibangun dengan cara partisipatif dan nyata (bukan hanya diucapkan )

5. Dibangun dengan membutuhkan waktu

6. Konsisten dijalankan.

7. Membutuhkan kontrol bersama dengan refleksi pada saat melihat produk

siswa.

8. Dibangun karena kebutuhan.

Nach, menurut saya, apabila kepala sekolah berganti orang, tentunya ada satu kriteria yang esensi, yaitu kepala sekolah tersebut harus memiliki dasar-dasar kepemimpinan kurikulum.  Bukan hanya sekedar seseorang yang bisa memimpin saja.

jadi, apa jawaban dari pertanyaan kami pada saat berdiskusi di atas?  Yach, silahkan pembaca menyimpulkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: