Parent as Partner : Peran Serta Orang Tua di Sekolah

Beberapa sekolah teman saya sudah beberapa tahun ini memutuskan untuk tidak mengaktifkan peran orang tua di sekolahnya dengan beberapa alasan.  Alasan utamanya adalah semakin dilibatkan, semakin orang tua mengatur alur roda kebijakan sekolah.  Benarkah sampai separah itu?

Sekolah merasa trauma, sebagian orang tua yang memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah tersebut akhirnya kecewa terhadap keberadaan perkumpulan orang tua karena dianggap ‘menggeser’ visi sekolah.  Di lain pihak, orang tua yang tergabung dalam paguyuban tersebut sebenarnya hanya ingin berbuat sesuatu untuk sekolah.

Perbedaan pandangan di atas terjadi karena masing-masing memiliki latar belakang pengetahuan yang berbeda tentang peran orang tua.

Penelitian membuktikan bahwa anak-anak akan berkembang dengan baik apabila orang tua memahami sekolah di mana anak-anaknya belajar dan para guru dapat menghargai pandangan serta kontribusi orang tua.  Namun kondisi ideal tersebut kadang terganggu karena salah menempatkan porsi.  Terkadang sekolah berharap perkumpulan orang tua atau POMG (Perkumpulan Orang Tua Murid dan Guru) atau PTA (Parent Teacher Association) menjadi corong atau ‘bamper’ atas keputusan-keputusannya.  Sementara itu, perkumpulan orang tua merasa bahwa mereka harus menjadi kepanjangan tangan orang tua lainnya dan bahkan ada yang kebablasan menjadi tangan kanan staf sekolah nya.  Apa yang terjadi?  Dipastikan akan berdampak ‘sistemik’ (mengikuti istilah yang sedang ngetrend di berbagai media).

Agar sekolah dan orang tua berjalan harmonis dan tujuan terbentuknya forum tersebut tercapai, yaitu membantu peningkatan kualitas pendidikan, tidak salah rasanya apabila kita belajar dari ‘best practice’ nya PTA dari dua sekolah internasional yaitu Jakarta International School dan British International School.

Jakarta International memiliki tiga PTA karena sekolah ini terdiri dari lebih satu kampus.  Berikut adalah beberapa kegiatan yang mereka lakukan.

•Tiga PTA di tiga kampus, yang disatukan oleh executive committee
•Mengadakan pertemuan satu kali dalam satu bulan
•Setiap tiga bulan sekali diadakan rapat untuk mengalokasikan dana ke setiap kampus, masyarakat dan PTA
•PTA di masing-masing kampus mengadakan pertemuan sebulan satu kali
Apa saja kegiatan mereka?  Mungkin kita bisa mencontoh kegiatan yang cukup positif dan produktif seperti berikut.

–  community information night

–  book fair

–  bazaar

–  family fun fair

–  summer camp

–  calender

–   PTA telephone directory

Bagaimana dengan PTA British International School? Berikut kegiatannya.

•PTA merupakan forum terbuka, dimana seluruh orang tua dan staf pengajar secara otomatis menjadi anggota
•Memiliki dua peran :

–  menciptakan interaksi sosial antara orang tua dan tenaga pengajar melalui

kegiatan sosial

Kalau dilihat dari kegiatan di atas, para orang tua menghindari segala urusan ‘dapur sekolah’, dalam arti orang tua merasa tidak berhak mengurusi tata kerja sekolah, gaji guru atau urusan dalam negeri sekolah.  Mengapa demikian?  Sebenarnya hal tersebut dilakukan untuk menjaga hubungan yang kondusif antara sekolah dengan orang tua sehingga tujuan adanya perkumpulan orang tua- guru tercapai.

Nach, bagi sekolah yang sudah agak pesimis dengan adanya perkumpulan orang tua diharapkan mulai terbuka pikirannya tentang pentingnya peran orang tua di sekolah sebagai Partner . Sebagai partner yang baik, tentunya saling menghormati menjadi sangat penting sehingga kerjasama akan terjalin dengan baik.

4 thoughts on “Parent as Partner : Peran Serta Orang Tua di Sekolah

  1. Asslm. Bu Angie yang dirahmati Allah,
    saya tidak sengaja ikut baca blog Ibu, karena saya berteman dengan Ika Ardian Lazuardi di facebook.
    Ibu Angie, tulisan Ibu bagus2…. apa boleh di share?
    Kebetulan saya sekretaris PTA di SD Al-Bayan, Larangan.
    Terima kasih atas perhatiannya, ya Bu….
    WAsslm.
    LAKSMi 0816741327

    • Ibu Laksmi, salam kenal dan saya senang Ibu ternyata adalah salah satu orang tua yang concern dengan pendidikan. Silahkan tulisan saya di share kepada teman-teman di Larangan. Mudah-mudahan bermanfaat.

  2. Asslm. Bu Angie.
    Saat ini saya sedang mencari model hubungan orang tua – sekolah yang baik, karena sebagai anggota komite sekolah di Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Semarang saya ingin hubungan orang tua – sekolah dapat terjalin dengan baik sesuai dengan kapasitas masing-masing. Setelah saya baca, tulisan ibu dapat mewakili apa yang saya maksudkan.
    Untuk itu saya minta ijin agar dapat membagi tulisan ibu dengan rekan-rekan komite dan staf pengajar di sekolah kami.
    Terima kasih atas perhatiannya.

    • Silahkan Pak, dengan senang hati. Mudah-mudahan kegiatan komite di sekolah Bapak lancar dan banyak memberi manfaat bagi siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: