Bahasa Inggris dan Kualitas Pembelajaran

Seorang teman saya, yang kebetulan adalah guru, suatu hari mengeluh kepada saya.  Ia saat itu sedang memiliki seorang siswa privat yang ingin belajar matematika dan kebetulan teman saya tersebut cukup kompeten di mata pelajaran tersebut.  Tetapi kenapa ia mengeluh?  Bukankah ilmunya sudah cukup mumpuni?  Ternyata keluhannya cukup membuat saya kaget.  Begini katanya.

Si anak yang tengah duduk di kelas menengah pertama tersebut ternyata tidak memiliki dasar matematika yang cukup sehingga teman saya harus mengulangnya dari dasar.  Celakanya, si orang tua anak tersebut menginginkan les matematika dilakukan dalam bahasa Inggris dengan alasan di sekolah si anak pun belajar matematika  dalam bahasa Inggris.  Teman saya bingung bukan karena tidak pede memberikan les dalam bahasa Inggris, namun sebetulnya dia bingung karena si anak memang kompetensi  matematikanya lemah karena diberikan dalam bahasa yang bukan bahasa yang digunakannya sehari-hari . Ingin tahu lebih banyak?  Silahkan membaca terus artikel ini.

Teman saya yang lain, yang kebetulan adalah orang tua yang anaknya di sekolah dasar mengaku stress pada saat anaknya akan ikut ujian negara.  Komentar saya waktu itu adalah mayoritas orang tua memang selalu berada pada kondisi seperti si ibu tersebut kalau anak sedang ikut ujian negara.  Namun si Ibu mengaku bahwa anaknya harus ‘ngebut’ belajar dengan mengulangi pelajarannya dalam bahasa Indonesia karena selama ini pelajaran di sekolah diberikan dalam bahasa Inggris.

Teman-teman, di atas adalah sedikit gambaran dari kondisi beberapa anak yang merupakan korban dari ambisi orang dewasa yang menurut saya kurang jelas tujuan dari pendidikan yang dipilihnya.  Di satu sisi orang tua memiliki pendapat bahwa sekolah dengan bahasa pengantar mayoritas bahasa Inggris adalah jaminan kesuksesan anak dalam hidup karena opini di masyarakat yang sedang berkembang adalah seperti itu.  Apa iya?

Menurut saya pribadi, kesuksesan  seseorang bisa diraih karena memang si anak memiliki keterampilan inter dan intra personal yang tinggi.  Hal ini bisa dicapai kalau mereka memiliki lingkungan yang mendukung.

Bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berfikir seseorang, oleh sebab itu, perkembangan intelektual anak sangat dipengaruhi dari bahasa yang dikuasainya.  Semakin terampil anak berbahasa, semakin banyak masukan yang diperoleh dan ia dapat mengolah informasi dengan baik.

Sementara ada yang berpendapat bahwa belajar bahasa asing akan sangat bagus hasilnya apabila dilakukan sejak anak usia dini.  Memang benar, namun jangan lupa, bahwa kondisi tersebut akan berhasil apabila lingkungan terdekatnya, dalam hal ini lingkungan rumah memang lingkungan yang menggunakan bahasa asing tersebut.  Banyak orang tua berharap anak-anaknya jago berbahasa Inggris, tetapi di rumah tidak semua bisa berbahasa Inggris, malah kebanyakan anak nya ditunggui oleh pengasuh yang tentu saja harus dikursuskan dulu agar pandai berbahasa Inggris sehingga dapat berkomunikasi dengan baik dengan sang anak.

Apabila anak kita ingin mahir berbahasa Inggris, mengapa harus mengorbankan pelajaran lainnya?  Jangan lupa, kita hidup di negara yang berbahasa Indonesia, guru – guru yang mengajar anak kita, selain guru bahasa Inggris tidak mahir berbahasa Inggris.  jadi rasanya kurang bijak apabila meminta mereka mengajar suatu mata pelajaran dengan bahasa yang tidak dikuasai.  Faktanya adalah, seorang guru SD banyak yang tidak menguasai konsep matematika dan harus mengajar dalam bahasa Inggris pula.  jangan heran akhirnya banyak anak yang harus ikut les di luar karena tidak paham konsep.

Bagaimana dengan anak yang TK nya berbahasa Inggris?  saya hanya berharap mereka tidak mengalami kesulitan pada saat harus mengekspresikan sesuatu dalam bahasa Indonesia.  Menurut pengalaman saya, banyak diantara mereka yang memiliki kemampuan tersebut di bawah rata-rata karena jumlah kosa kata yang kurang.  Selain itu, mereka tidak memiliki pengalaman banyak dalam berekspresi di TK karena keterbatasan bahasa.  Bagaimana dengan Bahasa Inggris mereka?  mayoritas orang tua mengatakan bahasa Inggris anaknya bagus.  Pertanyaan saya adalah bagus dibandingkan siapa dan bagus dibandingkan dengan kondisi yang mana?  kalau bagus dibandingkan dengan kondisi sebelumnya tentu saja akan terlihat seperti itu karena sebelumnya anak belum bisa berbahasa Inggris.

Teman-teman pendidik dan orang tua, banyak sekali di luar sana yang anaknya memang tidak mengalami masalah dengan sekolah yang menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar, namun kita harus lihat lebih dalam lagi, bagaimana kondisi berbahasa orang tua atau lingkungan rumahnya,apakah sama dengan yang dilakukan di sekolah?  bagaimana kondisi rumah kita?  apakah sama dengan mereka?

Pertanyaan saya berikutnya adalah, se urgent apa sih anak harus belajar dengan menggunakan bahasa asing sampai harus mengalahkan konten dari mata pelajaran lain?

Saya hanya ingin mengingatkan, bahasa asing sangat penting bagi kita semua.  Kita tidak ingin anak-anak kita hanya menguasai satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia saja.  namun jangan sampai tujuan tersebut mengalahkan tujuan yang lebih besar dan lebih penting, yaitu tujuan pembelajaran itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: