Pendampingan dan Peningkatan Kualitas Guru

Beberapa sekolah memiliki agenda peningkatan kualitas gurunya dari tahun ke tahun namun terkadang tersandung dengan masalah sikap dan penerimaan guru.  Banyak pelatihan yang sudah diberikan kepada mereka namun dampaknya terhadap kualitas pembelajaran masih belum terlihat.  Masalah ini menjadi mencuat pada saat dilakukan evaluasi terhadap mutu pendidikan sekolah.

Masalah di atas menjadi masalah utama yang diangkat pada pertemuan para manajemen sekolah yang datang dari berbagai sekolah di Lampung, Jambi, Bogor, Banten, Bekasi, Depok dan Tangerang melalui pelatihan pendampingan yang diselenggarakan oleh EduLab Tara Salvia, Tangerang pada hari Senin, 7 Desember yang lalu di Sekolah Tara Salvia.

Yang dibahas saat itu adalah apa sih yang dimaksud dengan pendampingan, bagaimana strateginya dan tentunya lagi adalah bagaimana penyampaian umpan balik yang efektif kepada para guru yang didampingi.

Pendampingan yang selama ini dilakukan kurang efektif karena pendamping selalu memposisikan dirinya sebagai atasan dan semangat utamnya dalam melaksanakan kegiatan adalah semangat menilai.  Padahal pendampingan dilakukan dengan tujuan meningkatkan kinerja guru dengan semangat saling belajar dan membelajarkan, semangat kemitraan dan semangat menjadi pribadi yang reflektif.

Menurut Timothy Gallwey, ” Pendampingan adalah suatu upaya untuk membuka jalan seseorang dalam belajar sehingga potensinya dapat berkembang maksimal lewat proses belajar, bukan mengguruinya.”

Pendampingan memberikan dampak yang luar biasa dibandingkan pelatihan.  Menurut penelitian, pendampingan memiliki dampak 4x lebih besar dibandingkan dengan dampak pelatihan.

Lalu bagaimana dengan peran pendamping? Mereka memiliki peran:

memecahkan masalah- pendamping sebagai pencari solusi, bukan bagian
dari masalah,
•meningkatkan kinerja – pendamping sebagai pemberi umpan balik,
•mengembangkan orang lain – pendamping sebagai guru dan pengarah.

Pendampingan dilakukan bersama, tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja.  pendampingan juga bukan supervisi.  Pendampingan merupakan bagian dari kepemimpinan dan sebaiknya dimiliki oleh para manajemen sekolah termasuk para guru seniornya.

2 thoughts on “Pendampingan dan Peningkatan Kualitas Guru

  1. Ass. B’Angie.. Selamat tahun baru Hijriah dan Masehi ya bu….
    Setelah membaca artikel ibu tentang pendampingan, saya baru “ngeh” yang kami lakukan 1 thn kebelakang di Ibnu sina bandung dengan pertemuan guru kelas level stp minggu “mungkinkah” bisa disebut salah satu bentuk pendampingan.
    Di forum tsb kami membahas semua hal yg berhubungan dengan kegiatan di dalam kelas terutama ttg KBM, dampak yg mulai kami rasakan ; sebagian besar permasalahan di kelas cepat teratasi, ada peningkatan kualitas mengajar guru, ada sharing antar guru, bahkan kadang kami membahas artikel yg b’Angie tulis untuk bs dilakukan di kelas, dll
    Bagaimana menurut b’Angie bentuk pendampingan di sekolah kami ?
    Terima kasih

    • Bu Asty, selamat tahun baru juga. Semoga tambah baik dan tambah lancar segala urusan kita. Untuk kegiatan yang Ibu dan kawan-kawan lakukan di Ibnu Sina, itu merupakan salah satu bentuk pendampingan yang melibatkan kelompok, yang disebut juga focus group discussion. Namun pendampingan bentuk tersebut tidak dapat dilakukan sendiri, harus dilakukan dengan terlebih dahulu melihat guru mengajar di dalam kelas. Apakah kegiatan yang Ibu lakukan didahului dengan kegiatan di dalam kelas? kalau tidak, berarti kegiatan Ibu hanyalah sebatas snap shot atau diskusi biasa saja. Wah sayang ya waktu itu Ibu tidak hadir di pelatihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: