Mengapa Bermain Penting?

Suatu hari, rekan saya datang ke saya untuk meminta pendapat. Beliau sedang bingung karena di sekolahnya ada salah satu orang tua yang ‘berpesan’ kepadanDSC06398ya. Beliau mengatakan kepada saya betapa dirinya dan beberapa gurunya bingung menghadapi sikap salah satu orang tuanya. Sebetulnya mereka ingin memutuskan untuk tidak mengiyakan apa yang diinginkan oleh orang tua tersebut namun mereka masih bimbang karena tidak memiliki alasan yang cukup kuat.

Pesannya cukup menarik bagi saya. Apanya yang menarik? Menarik karena pesannya terbilang ‘biasa’ untuk orang-orang yang berasal dari kalangan berada. Menarik karena yang berpesan melihat segala sesuatu yang terjadi kepada anaknya hanya dari kacamata dirinya saja sebagai orang dewasa. Jadi, apa sich yang dipesannya?

Bagi teman-teman yang penasaran dan ingin segera tahu pesan tersebut, silahkan membaca lebih lanjut tulisan ini dengan meng kliknya di sebelah ini.


Begini, pada saat mendengar pesan tersebut dari teman saya, saya cukup kaget karena merasa kok masih ada ya orang tua yang katanya ‘terpelajar’ punya paradigma seperti itu. Pesannya adalah : ‘tolong anak saya jangan diijinkan bermain di bawah panas matahari (bermain di waktu siang), tidak bermain pasir, tidak duduk di lantai, tidak kotor-kotoran. Tolong dicarikan teman yang baik-baik saja karena khawatir anak saya terpengaruh’.

Di lain waktu, si anak bermasalah dengan temannya, akhirnya orang tua tersebut mengeluarkan pesan ke duanya. Begini katanya: ‘anak saya tidak perlu teman, jadi jauhkan dia dari teman-temannya’.

Nach, apa yang saya sampaikan kepada teman saya tersebut? saya berpesan kepadanya agar tidak mengikuti pesan orang tua tersebut kalau ingin siswanya memiliki keterampilan sosial dan emosional yang matang. Orang tua tersebut perlu diberi pengetahuan bahwa hidup ini yang terpenting adalah kecerdasan interpersonal (memahami orang lain) dan kecerdasan intrapersonal (memahami diri sendiri). Nach, kedua kecerdasan tersebut ya tidak akan berkembang maksimal kalau anak hanya bermain sendiri, menghindar dari konflik dan hanya ingin berada di ‘comfort zone’ saja.

Bahwa kemungkinan si anak memiliki kendala dari kesehatan, ya mungkin saja. Tetapi bukan alasan untuk tidak bermain. Kalaupun panas, toh anak tidak menghabiskan waktu lebih dari 30 menit berada di bawah sinar matahari. Anak pun akan mencari solusi sendiri kalau memang kepanasan.

Terinspirasi oleh kondisi di atas, saya akhirnya memilih topik ‘bermain’ untuk di share di blog ini dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Menurut Sara Smilansky, bermain sangat penting untuk mengembangkan keterampilan emosi, sosial dan fisik anak. Oleh sebab itu sekolah perlu mendampingi siswanya pada saat bermain. Bukan hanya untuk alasan keselamatan saja, namun guru perlu informasi bagaimana siswanya bersosialisasi, keterampilan apa yang sudah dan belum berkembang. Sebaiknya memang sekolah memiliki jadwal guru untuk bertugas dalam mendampingi siswanya bermain.

Bagaimana dengan di rumah? idenya sama, orang dewasa, dalam hal ini orang tua, perlu mendampingi atau melihat anaknya saat bermain. Jadi tugas sekolah dan rumah sebenarnya sama saja.

Mengapa bermain penting, apalagi bermain dengan melibatkan beberapa orang di dalamnya? Inilah alasannya:

  • Belajar menyelesaikan masalah
  • Belajar berfikir logis
  • Belajar berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain
  • Belajar bagaimana bersikap yang bisa diterima lingkungan
  • Belajar beradaptasi dan fleksibel
  • belajar memutuskan sendiri

Nach, ternyata keterampilan yang diperoleh lewat bermain cukup banyak dan semuanya berhubungan dengan ‘life skills’ yang pastinya akan sangat bermanfaat pada saat mereka bersosialisasi nantinya.

Hanya yang harus diperhatikan oleh sekolah atau orang tua adalah jenis permainan mana yang cocok untuk anak. Di sekolah, sebaiknya jenis permainan beragam, Salah satu manfaat bermain adalah menghilangkan stres pada anak. Oleh sebab itu biarkan mereka menentukan jenis permainan yang disukainya, meskipun badan mereka harus berkeringat atau kotor. Kotor badan bisa dicuci, tetapi waktu yang dihabiskan sendiri dan tidak ada keterampilan yang diperoleh tidak bisa diputar ulang lagi. ya, hidup bukanlah VCD player yang bisa dibolak balik, diputar ulang atau di’pesan’ kondisinya.

2 thoughts on “Mengapa Bermain Penting?

  1. Menurut saya artikel ini wajib dibaca oleh para guru dan ortu. Dikalangan pendidik sendiripun masih banyak yang belum memahami betul hal tersebut lho, bu!. Ini banyak kita jumpai sekolah-sekolah yang sering memberlakukan aturan dengan membatasi atau bahkan melarang aktivitas-aktivitas tertentu dengan alasan yang tidak jelas. Selain itu, banyak pemahaman ortu maupun guru yang kliru, ia menganggap aktivitas terutama menggunakan unsur fisik akan mempengaruhi nilai akademik menjadi menurun…..????

    • Ya Pak, oleh sebab itu semua insan sekolah perlu memahami bahwa satu kegiatan kadang ikut mendukung keberhasilan dari kegiatan lainnya. Misalnya bermain bola. Saya rasa tidak mungkin anak bisa bermain bola kalau tidak memiliki disiplin dan team work yang bagus. Nah, disiplin ini tentunya bisa dilatih lewat kegiatan lain, begitu juga team work. Nggak mungkin juga ya pak anak mau main bola tapi ada syarat yang tidak logis seperti jangan kena bola, jangan kena tendang, jangan kepanasan, dan seribu jangan yang lain…..

      Di lain pihak, pengalaman di lapangan terkadang membawa positif ke akademik. Mungkin kita semua masih perlu diingatkan pentingnya empat perkembangan yang saling mempengaruhi, yaitu perkembangan intelektual, perkembangan fisik, perkembangan sosial dan perkembangan emosi. Nah, kalau ada anak pintar, tapi motorik hakus dan kasarnya terganggu, pasti tidak imbang juga. anak pintar tapi kalau sering sakit juga merepotkan. Bagaimana supaya tidak terjadi? ya harus terakomodirlah semua sisi perkembangan tadi karena semua sama pentingnya dan saling terkait.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: