Handwriting: Keterampilan Menulis di Kelas Awal

tulisan 1

Sewaktu saya di Sekolah Dasar, saya diminta menulis sambung dengan cara menuliskan kata atau kalimat di atas buku bergaris. Saya diajarkan menulis halus dengan membentuk beberapa huruf yang harus sesuai dengan aturan yang diberikan oleh guru. Namun sampai sekarang saya tidak pernah menggunakannya sama sekali. Meskipun di tempat saya bekerja saya harus menulis dengan tulisan tangan, tetap saya menggunakan tipe huruf yang jauh dari apa yang saya pelajari dulu.

Saya baru tahu bahwa beberapa huruf yang saya gunakan dulu adalah peninggalan pemerintah kolonial Belanda, dimana para siswa diajarkan untuk menulis tipe huruf sesuai dengan sistem pendidikan mereka. Ternyata beberapa huruf tidak dapat dikenal oleh mereka yang berasal dari negara lain.

Perjalanan pengalaman saya bekerja di beberapa sekolah internasional telah memperkenalkan jenis huruf yang diakui secara internasional, dalam pengertian, huruf-huruf ini dikenal dan digunakan oleh banyak negara di dunia. Yang terpenting adalah, penulisan untuk setiap huruf memperhatikan kapan tangan diangkat, kapan huruf disambung dan dari arah mana huruf tersebut harus dimulai penulisannya.

Bagi siswa kelas awal, dalam hal ini kelas satu dan dua, penulisan huruf sangatlah penting untuk diperhatikan. Siswa tidak dapat langsung dituntut untuk menulis huruf sambung, namun dipersiapkan agar mereka dapat menulis huruf dengan benar sehingga tidak mengganggu minat mereka dalam menulis kelak.

Siswa perlu model-model penulisan huruf yang benar sehingga tulisan guru menjadi sangat penting sebagai contoh. Oleh sebab itu, setiap guru di kelas awal haruslah dilatih agar dapat menulis dengan baik (bukan indah). Berikut penulis akan menampilkan contoh huruf – huruf yang dapat digunakan di dalam kelas.

tulisan 2

Tanda panah pada tulisan menunjukkan dimulainya penulisan. Contoh penulisan bukan hanya berlaku untuk huruf saja namun juga berlaku bagi angka.

Menulis bagi pemula bukanlah hal mudah. Orang dewasa boleh saja menganggapnya mudah dan tidak perlu repot. Namun salah cara menulis dapat berdampak terhadap cepat capainya dalam menulis atau bentuk yang kurang baik sehingga tidak dapat dibaca.

kegiatan menulis dapat dilakukan seminggu sekali saja, tidak perlu sering-sering namun konsisten dilakukan sebagai bentuk pembiasaan. Satu kali pertemuan dapat mengajarkan satu huruf saja. Sisanya dipergunakan untuk kegiatan menulis kreatif dengan mengaplikasikan keterampilan penulisan huruf yang baik.

5 thoughts on “Handwriting: Keterampilan Menulis di Kelas Awal

  1. Yang membuat saya heran adalah ada beberapa anak yang menulis dengan baik sekali di buku bergaris untuk ‘handwriting’, namun ketika menulis di buku tulis biasa, tulisannya kembali berubah wujud ^_^. Tentunya mereka harus lebih banyak berlatih lagi ya Bu, terutama membandingkan tulisan di kedua buku tsb.
    Terima kasih atas masukannya, Bu.

  2. benar huruf sambung sekarang sudah mulai ditinggalkan. bu, neza ta dikirimin media yg pas buat ngajarin huruf sambung….
    metodenya jg yah bu… send to my email yah bu.\
    makasi

    • Bu Neza, huruf sambung tetap diberikan setelah anak mendapatkan bekal penulisan dasarnya untuk setiap bentuk. Jadi intinya mereka harus siap dulu. Namun huruf sambung di sini tentunya bukan hanya sekedar menyambung saja, harus memperhatikan aturan yang ada. Untuk guiding nya, silahkan ibu melihat tulisan saya terdahulu, di situ ada cara penulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: