Mind Mapping atau Peta Pikiran

Apa itu peta pikiran atau mind mapping? Mengapa kita perlu memperkenalkannya kepada siswa?

Peta pikiran adalah salah satu cara untuk mencatat informasi dalam bentuk diagram. Cara ini cukup sederhana dalam penerapannya namun cukup ampuh dalam menyampaikan informasi, mudah dipahami dan mudah diingat. Karena banyak sekali informasi yang diserap, akhirnya otak kita menyimpan informasi tersebut masih ‘berserakan’, kurang terorganisir sehingga menimbulkan beberapa akibat seperti berikut:

  • kurang mampu menyelesaikan masalah secara efektif
  • kurang kreatif
  • tidak fokus
  • memiliki kendala dalam berpresentasi dengan baik
  • komunikasi kurang efektif
  • melupakan tugas-tugas detail
  • lupa informasi penting.

Nach, pernahkah teman-teman mengalami beberapa hal di atas? Peta pikiran membantu kita dalam mengorganisir pikiran-pikiran kita, dalam memecahkan masalah, dan menyampaikan ide. Berikut adalah contoh peta pikirannya Tony Buzan

mp2

Terus, bagaimana kita memperkenalkan peta pikiran kepada siswa?

Pertama, guru memberikan model pembuatannya, misalnya dalam kegiatan curah pendapat, guru dapat mencatat hasilnya di papan tulis dengan menggunakan peta pikiran.  Tanpa harus menerangkan, siswa dapat melihat langsung prosesnya.

Di akhir pembelajaran kemudian siswa dapat diminta untuk mencatat apa yang telah mereka pelajari dengan menggunakan peta pikiran tersebut.  Mudah dan menarik.  Silahkan Bapak Ibu mencobanya.

2 thoughts on “Mind Mapping atau Peta Pikiran

  1. Sangat menarik dan efektif bagi anak kami untuk menuangkan idenya dengan baik. Di samping itu dengan gaya belajarnya yang bertipe visual learning, penggunaan mind mapping sangat sesuai.

    Tetapi saya juga curious, apakah bagi anak dengan gaya belajar non-visual seperti auditory dan lain-lain, penggunaan mind map juga akan banyak membantu? Mungkin bisa dishare pengalaman Ibu selama ini.

    Trims.
    Damar

    • Ya pak damar. Penggunaan mind mapping bermanfaat bagi mereka yang memiliki tipe belajar seperti auditory dan kinestetik sekalipun karena mind mapping pada dasarnya membantu kita semua untuk mengorganisasi informasi. Nach, tingkat kebermanfaatannya seberapa efisien? itu yang menurut saya menjadi pertanyaan kita semua dan hanya bisa dijawab oleh setiap individu. Setiap orang memiliki cara yang paling cocok bagi dirinya. Namun hal itu baru bisa dirasakan setelah mereka mendapatkan berbagai cara pencatatan sehingga mereka bisa memilih caranya sendiri. kewajiban kita semua sebagai orang dewasa adalah memperkenalkan berbagai cara tersebut sebagai bekal mereka. Mind mapping hanyalah salah satu cara dalam mencatat. Cara lain adalah mencatat dengan menggunakan bullet atau narasi biasa. Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: