Guru Stres, Siswa Stres: Bagaimana Penanganannya?

Seorang teman baik saya bertanya bagaimana mengenali guru yang sedang stres, bagaimana membantunya dan apa akibatnya terhadap siswa.

Wah, sebetulnya penulis belum memiliki literatur yang lengkap mengenai hal tersebut. Diantara kesibukan penulis, akhirnya tanpa sadar penulis pun ‘terbawa’ untuk melihat kondisi-kondisi beberapa guru di beberapa sekolah. Voila! Betul saja. Hal tersebut nyaris tak terperhatikan. Penulis akhirnya mencoba untuk melihat kondisi guru secara detail dan menghubungkan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya. Yach, ternyata banyak perilaku guru yang ‘menyimpang’ dari seharusnya. Misalnya, guru tanpa sadar membentak siswanya, membanting pintu, sulit tersenyum, cepat marah dan bahkan jalan pun seperti ‘ogah-ogahan’. Guru pun hanya datang ke sekolah sekedar ‘setor badan’ saja. Nach, kalau sudah begini, siapa yang terkena dampaknya? Tentunya siswa lah. Dan ujung-ujungnya juga berdampak terhadap sistem secara keseluruhan. Terus bagaimana?  Sudah waktunya bagi sekolah untuk memberikan dukungannya. Bagaimana caranya? Mungkin tulisan berikut dapat membantu para yayasan untuk memotivasi gurunya. Silahkan membaca lebih lanjut artikel ini .

Bagaimana Ciri-ciri guru yang sedang stress dengan pekerjaannya?

  • Tidak bersemangat. tidak banyak inovasi yang dilakukan.
  • Datang hanya sekedar ‘gugur kewajiban’.
  • Jarang tersenyum.
  • Tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak memiliki rencana kerja.
  • Komunikasi tidak efektif.
  • Menyalahkan kondisi.
  • Sering sakit : sakit perut, sakit kepala, diare.
  • Defensif.
  • Tidak peduli terhadap target.
  • Emosi tidak stabil.

Apa penyebab guru menjadi stres?

  • Kurang berpengalaman
  • Kurang mendapat tambahan wawasan
  • Belum dewasa dalam menerima masalah
  • Kurang memahami area kerja yang menjadi tanggung jawabnya
  • Tuntutan yang tinggi dari orang tua, sekolah atau pun lingkungan
  • Budaya kerja yang berbeda
  • Visi yang berbeda dengan tempat kerja

Apa yang dapat dilakukan oleh Yayasan untuk membantu para guru/staf sekolah?

  • Pensosialisasian visi dan misi
  • Pendampingan untuk mengembangkan keterampilan mengajar dan materi.
  • Pendampingan yang bersifat kemitraan.
  • Menciptakan media diskusi untuk mencari solusi, misalnya memiliki masalah komunikasi dengan orang tua, maka sekolah dapat mendiskusikan masalah tersebut bersama.
  • Bahu membahu dalam memecahkan masalah.
  • Memberikan contoh dalam memecahkan masalah.
  • Memberikan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan.
  • Menciptakan hubungan yang baik antara pegawai dan orang tua lewat program-program formal atau pun informal.
  • Mensosialisasikan Stress Diary yang dapat digunakan guru. ( Meminta guru untuk mencatat kejadian-kejadian sulit, kapan waktunya, apa solusinya, bagaimana perasaannya waktu itu, apa dampak dari solusi tersebut, bagaimana perasaan setelah diterapkan solusi). Diharapkan guru dapat mempelajari kejadian rutin dan akibatnya terhadap dirinya serta solusi yang dapat mengatasinya.
  • Ajak mereka untuk membiasakan diri mengatur pola hidup nya agar seimbang antara bekerja, keluarga, agama dan olahraga. Arahkan pula agar mereka menyisihkan waktunya untuk menjalankan hobinya.

Nach, para anggota yayasan, kepala sekolah atau pihak lainnya, silahkan mencoba langkah di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: