Belajar Kooperatif : Model dan Pengaplikasiannya

Teman-teman, kali ini penulis sengaja memunculkan kembali belajar kooperatif mengingat banyak pertanyaan yang diajukan tentang hal ini. Tulisan kali ini akan menekankan kepada lima prinsip dasar dalam pengaplikasianannya serta teknik pengelompokkan serta contoh salah satu model belajar kooperatif.

Sebelum menerapkan belajar kooperatif, sebaiknya kita menyimak lima prinsip dasar dari belajar kooperatif seperti di bawah ini agar dalam mengaplikasikannya kita bisa lebih mantap dan yakin.

Prinsip dasar

Keterangan

Interaksi

Belajar lebih aktif, banyak diskusi, saling memahami kelebihan dan kekurangan, meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi

Saling ketergantungan

Saling membutuhkan

Tanggung jawab individu

Setiap siswa bertanggung jawab untuk berkontribusi

Keterampilan interpersonal dan kerjasama

Bekerjasama secara efektif, keterampilan untuk meningkatkan kekompakkan kelompok

refleksi

Melakukan penilaian kerja kelompok, misalnya: apakah mereka saling menghargai satu sama lain?, mendengarkan pendapat teman?

Dalam menerapkan belajar kooperatif tentunya siswa perlu dikelompokkan dengan memperhatikan hal-hal berikut.

1. kelompok paling sedikit terdiri dari dua anggota.

2. Kelompok paling banyak terdiri dari enam anggota

3. Sedikit anggota akan membuat setiap anggota ikut berpartisipasi dalam kerja kelompok.

4. Anggota yang ada akan memperkaya ide dalam memecahkan masalah.

5. Jumlah yang genap akan membantu dalam pengelompokkan baru (berpasangan)

Bagaimana dengan formasi kelompoknya?

1. Anggota kelompok heterogen, baik dari sisi akademik maupun non akademik.

2. Anggota kelompok yang heterogen akan menghasilkan ide-ide yang variatif, mengajak anggota untuk berfikir kritis

dan lebih aktif.

3.Pemilihan anggota sebaiknya oleh guru

Berikut adalah salah satu model belajar kooperatif dari sekian banyak model. Model berikut disebut dengan “Send a Problem’.

1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok.

2. Setiap anggota kelompok membuat satu soal di atas kartu.

3. Setelah selesai, kartu soal diputar searah jarum jam (ke kelompok lain).

4. Setiap anggota kelompok menjawab soal dari kelompok lain.

5. Kartu yang sudah dijawab diputar lagi setelah menerima aba-aba dari guru.

6. Setelah mendapat kartu soal yang dijawab oleh kelompok lain, jawaban diperiksa dan disampaikan di depan kelas.

Nah, silahkan mencoba…

2 thoughts on “Belajar Kooperatif : Model dan Pengaplikasiannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: