Portofolio

Belajar adalah suatu proses panjang, bukan balapan dan bukan juga untuk kompetisi. Belajar memerlukan strategi, catatan dan masukan dari orang lain. Proses belajar memerlukan banyak pengalaman sehingga si pelaku banyak memiliki referensi dalam rangka perbaikan diri. Jepretan kejadian-kejadian dalam proses belajar dapat dikumpulkan sehingga secara nyata dapat dilihat dengan jelas perjalanan belajar lewat bukti-bukti yang ada.

Dalam proses belajar siswanya, guru dapat mengumpulkan bukti-bukti hasil belajar siswanya dan merencanakan program pengembangan siswanya. Bukti-bukti belajar tersebut dapat disebut portofolio. Ingin tahu lebih banyak tentang portofolio? Silahkan baca lebih lanjut. 

Jadi, intinya portofolio adalah :

Sekumpulan hasil karya siswa yang disimpan dalam kurun waktu tertentu.

Hasil karya siswa dipilih berdasarkan tujuan tertentu.

Bermanfaat untuk menentukan strategi asesmen.

Portofolio setiap siswa berbeda.

Bersifat rahasia.

Portofolio dapat memberi gambaran utuh ‘perjalanan belajar’ siswanya. Oleh sebab itu, portofolio dapat bermanfaat sebagai alat komunikasi antara guru dan orang tua. Sedangkan bagi guru, portofolio bermanfaat sebagai bahan informasi kemajuan belajar siswa dan evaluasi program pembelajarannya.

Apa yang harus ada di portofolio?

Hasil karya siswa yang dipilih

Komentar guru di belakang karya siswa yang memuat tanggal, bagaimana siswa mengerjakan pekerjaannya, nama guru dan paraf.

Foto 3 D

Learning Log

Anecdotal record ( untuk mencatat emotional dan sosial anak)

Dimana sebaiknya hasil belajar siswa tersebut disimpan? Banyak cara. Tidak harus mencari yang mahal. Yang penting dokumen tersebut aman disimpan, tertutup dan tidak mudah dilihat oleh sembarang orang. Teman-teman bisa menggunakan map karton atau plastik, membuat map sendiri, amplop ukuran besar atau apa saja yang penting dokumen tidak tercecer.

Berapa lama portofolio bisa digunakan? Ya selama mereka berada di sekolah. Guru kelas yang sekarang bisa mewariskan portofolio kepada guru berikutnya. Orang tua dapat melihat portofolio putra putrinya pada saat pembagian raport. Portofolio harus dijelaskan proses pengumpulan dan penyelesaian setiap hasil karya. Intinya, orang tua bisa melihat perjalanan belajar anaknya mulai dari ‘biasa-biasa saja’ sampai mampu menghasilkan karya yang luar biasa. Namun ingat, biasa-biasa dan luar biasa tiap anak ukurannya berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: