Mengapa Pajangan/Display Penting?

Apakah di kelas Bapak/Ibu ada pajangan?

pajangan

Salah satu cara otak menyerap informasi adalah melalui gambar. Otak menyerap informasi secara sadar atau tidak sadar. Semakin sering kita melihat informasi yang sama, semakin banyak informasi yang masuk ke otak kita. Berdasarkan inilah kita bisa melihat alasan mengapa pajangan penting. Banyak sebenarnya alasan lainnya mengapa guru sebaiknya memajangkan karya anak. Siswa tentunya bisa saling berbagi informasi, merasa hasil kerjanya dihargai dan diapresiasi.

Pajangan bukan hanya sekedar menempel hasil karya siswa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya tujuan mengapa hasil karya dipajang, kerapian, integrasi antara pekerjaan satu dengan yang lain, dan tentunya juga harmonisasi. Dari itu semua, pajangan haruslah memberi makna bagi siswa.

Kira-kira, pajangan di atas adalah hasil pekerjaan siswa dalam pelajaran apa dan untuk kelas berapa?

3 thoughts on “Mengapa Pajangan/Display Penting?

  1. Sepakat bu Angie,
    Kalo semenjak kecil anak dibiasakan berkarya (dan dipajangkan) saya yakin kalo besar akan tumbuh menjadi manusia-manusia kreatif.
    Lingkungan kelas yang memiliki pajangan karya siswa dapat memberikan manfaat utamanya kepada siswa. Beberapa manfaat yang diperoleh diantaranya adalah.
    1. Kelas menjadi lebih semarak.
    Tanpa adanya pajangan karya siswa maka kelas akan nampak sepi dan gersang. Penataan pajangan karya siswa yang baik akan menciptakan suasana kelas yang semarak dan dinamis dan merangsang kreativitas. Namun demikian perlu dijaga agar penataan pajangan karya siswa tidak terlalu ‘over acting’ misalnya dengan mencantolkan semua karya siswa yang berakibat pandangan kelas menjadi tidak leluasa dan tidak sedap dipandang.

    2. Memberikan nuansa kreatif pada lingkungan kelas.
    Pajangan karya siswa yang baik dan memuat karya-karya kreatif siswa diharapkan dapat pula merangsang penghuni kelas untuk menjadi lebih kreatif. Dengan membaca pajangan karya siswa, siswa bisa mendapatkan inspirasi untuk berkarya lebih baik dan mengembangkan kreativitasnya secara lebih optimal.

    3. Memberikan penghargaan pada upaya siswa untuk menghasilkan karya.
    Ketika siswa menghasilkan karya, baik maupun kurang baik karya tersebut telah menunjukkan bahwa siswa telah berupaya untuk berkreasi. Pajangan karya siswa merupakan wahana bagi guru untuk menghargai hasil karya siswanya dan wahana bagi siswa untuk memamerkan dan bertanggungjawab terhadap hasil karyanya. Dengan demikian diharapkan siswa terbiasa untuk berkarya, bangga dengan hasil karyanya dan belajar menghargai hasil karya orang lain. Pajangan karya siswa pada akhirnya diharapkan dapat membangkitkan harga diri positif siswa.

    4. Siswa termotivasi untuk menghasilkan karya terbaiknya.
    Adanya perhatian dari guru dan siswa yang lain diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih baik dan menciptakan karya yang lebih baik.

    5. Siswa dapat memanfaatkan karya temannya sebagai media belajar.
    Karya-karya yang dipamerkan dalam pajangan karya siswa seringkali dapat menjadi sumber belajar bagi siswa yang lain.

    6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanggung jawab terhadap pajangannya.
    Setiap siswa memiliki tempat untuk memajangkan karya-karyanya. Setiap siswa bertanggungjawab untuk memelihara tempat pajangannya dan kualitas karya-karya yang dihasilkannya.

    • Ya bu, ini tentang pengukuran non baku. Siswa diharapkan dapat membandingkan ukuran tangannya dengan tangan temannya, bahkan tangan gurunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: