Keterampilan Belajar dan IPS

Dalam belajar IPS, siswa perlu dibekali dengan keterampilan belajar atau study skills.  Belajar bukanlah menghafal. Belajar melibatkan perhatian penuh siswa dan mereka memahami materi apabila mereka  memiliki sikap positif dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap apa yang sedang dipelajari.  Belajar memerlukan strategi.  Guru dapat memberikan kontribusi kepada siswanya agar mereka memiliki keterampilan dalam belajar.  Apakah itu?

  • Minta siswa untuk mengkondisikan belajar, misalnya selalu membawa perlengkapan belajar (alat tulis, buku pelajaran, dsb)
  • Minta siswa untuk mengorganisir apa yang sudah dipelajarinya dengan memikirkan kembali apa yang telah dipelajari: apa yang sudah diketahui? apa yang sudah dipahami?  apalagi yang perlu diketahui?  Ajak mereka untuk melakukannya dengan cara berikut:

                                –  membuat daftar kejadian penting, pelaku, ide utama

                               –  mencatat konsep utama dari bab yang sedang dipelajari

                               –  membuat timeline / garis waktu yang menunjukkan kejadian beserta pelakunya

                               –  membuat peta pikiran (mind mapping)

                              –  membuat catatan hal-hal yang dianggap penting

                              –  memberi warna (stabillo) terhadap pernyataan penting yang terdapat di dalam bacaan sehingga 

                                 mudah untuk dicari

  • Meminta siswa untuk meninjau ulang apa yang telah diorganisirnya.  Apakah yang mereka ketahui sudah lengkap?  informasi mana yang masih kurang?
  • Meminta siswa untuk sering membaca apa yang sudah dilakukan 

Nah, selamat mencoba dengan siswa di kelas.

2 thoughts on “Keterampilan Belajar dan IPS

  1. Assalamualaikum..bu, Saya sepakat dengan konsep itu tapi kadang alasan guru seperti di sekolah saya “wah kalo gitu waktunya habis dong, mana cukup kalo bener2 diterapkan di kelas..padahal mereka kan harus kejar tayang target materi dan target waktu”. sangat disayangkan sekali banyak diantara guru sekarang yang hanya ngajar, bukan mendidik, jadi wajar kalo kualitas yang didapat hanya sebatas nilai akademis sesaat. kenapa dikatakan sesaat???karena kebanyakan siswa habis ujian/tes ya melayang sudah apa yang mereka pelajari karena mereka tidak paham konsepnya…hanya menghafal saja…wallohu a’lam bishowab

    • Pak Munir, memang sepertinya kita selalu dikejar-kejar waktu. Bagaimana ya supaya waktu yang dikejar kita? Tips tersebut memang membutuhkan waktu rutin, jadi perlu dijadwalkan atau diagendakan khusus. Terkadang kita membuat jadwal hanya untuk hal-hal yang sifatnya akademik saja, bagaimana kalau kita mulai coba menjadwalkan sekitar 30 menit dalam satu minggu untuk kegiatan “study skills’? Ini penting karena akan membentuk “learning attitude’ atau sikap bel;ajar siswa dimasa sekarang dan mendatang. Selamat mencoba …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: