Pembelajaran Berbeda (Differentiated Learning)

Berapa nomor sepatu ukuran anda? 37, 40 atau 41? Berapa pun itu nomornya, pasti harus pas di kaki kita. Apa yang terjadi apabila kita salah memakai sepatu orang lain yang ukurannya berbeda, misalnya saya yang selama ini menggunakan sepatu nomor 39 harus mengenakan sepatu no 37 atau nomor 40. Pasti ada yang tidak pas, tidak enak, tidak nyaman, bahkan bisa menimbulkan luka-luka, lecet atau apa saja. Mungkin akibatnya bisa berbekas.

Hal di atas terjadi kepada kita, dimana fisik yang terkena dampaknya. Bayangkan kalau hal tersebut terjadi kepada seseorang yang sedang belajar, dalam hal ini anak. Anak akan merasa tidak nyaman apabila program yang diberikan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dua-duanya akan membawa dampak.

Program yang terlalu tinggi akan membuat anak merasa kesulitan, merasa tidak berdaya, merasa bodoh, tidak percaya diri dan akhirnya menolak guru, materi, guru dan menolak ke sekolah.

Materi yang terlalu mudah tentunya akan membuat anak tidak tertantang, bosan dan akhirnya mereka akan melakukan kegiatan yang tidak produktif, misalnya mengganggu temannya di kelas.

Ke dua-duanya membawa dampak. Tidak ada yang membuat nyaman anak. Kalau begitu, apa yang harus dilakukan oleh kita?

Nah, solusi inilah yang membuat kita serba salah. Mengapa serba salah? Karena apabila kita menjalankannya, tentu waktu kita akan sangat terkuras. Oleh sebab itu, solusi ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya dan memiliki integritas tinggi terhadap profesinya. Kita harus melakukan asesmen setiap waktu dan menyiapkan materi yang memang cocok untuk setiap siswa. Jadi, pada saat siswa belajar, tidak bisa kita memberi tugas yang tingkat kesulitannya disamaratakan. Beberapa anak pasti membutuhkan materi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan dengan temannya yang lain, atau sebaliknya. Sulit? ya iyalah. Tapi katanya,tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang punya integrasi tinggi. Insya Allah…

Pendekatan di atas merupakan pendekatan yang biasa dipakai oleh guru dimana kemampuan setiap siswanya berbeda. ‘Pembelajaran Berbeda’ atau Differentiated Learning’ sering dipakai oleh guru Kelas Rangkap atau Multigrade. Karena banyak positifnya, tidak sedikit guru yang menggunakannya di kelas biasa. Pembelajaran berbeda sebenarnya mengakomodir belajar akselerasi atau Accelerated Learning, dimana anak diperlakukan berbeda dari sisi tingkat kesulitan materi (salah satunya). Pembelajaran berbeda memiliki banyak model. Yang dibedakan bisa juga hal lainnya, bukan hanya tingkat kesulitan materi saja.

2 thoughts on “Pembelajaran Berbeda (Differentiated Learning)

  1. Untuk Kelas Rangkap atau Multigrade, pembelajaran berbeda memang seharusnya dilakukan. Muridnya jelas-jelas berbeda, minimal beda level.

    Di kelas yang biasa pun sebenarnya pembelajaran kelas rangkap ini bisa dilakukan. Bisa dibedakan atas inputnya, prosesnya, atau produknya. Yang jelas, tidak mungkin semua murid dalam satu kelas itu sama persis. Karenanya, di kelas yang biasa pun (bukan kelas rangkap), pembelajaran berbeda seharusnya juga dilakukan. Terutama kalau kita betul-betul menghormati kondisi anak didik kita.

    Oh ya…

    Aku minta contoh yang praktis dong… jangan hanya teori… he he

    Anyway…

    Very-very inspiring blog…Keep update your sharing

    • memang akan segera diluncurkan contoh-contohnya mas melalui RPP/Lesson Plan. Saya sedang belajar bagaimana agar file bisa dimunculkan sehingga bisa di download. Masih belum berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: