Hook!

Seorang guru di Jawa tengah mengenakan sarung dan sorban pada saat mengajar sejarah di Sekolahnya. ‘Loh, apa-apan ini? ‘ batin saya.

Seorang guru kelas awal membawa anak ayam ke dalam kelasnya sehingga siswanya tidak sabar mencoba untuk menyentuhnya. ‘Waduh..!’ batin saya.

Awalnya saya tidak menyadari apa yang akan dilakukan oleh kedua orang guru tersebut. Membatinnya saya sebanyak dua kali ternyata membawa kenangan tersendiri bagi saya. Yang saya lihat bukanlah pemandangan di sekolah-sekolah besar di perkotaan, mereka sedang mengajar di sekolah yang lokasinya pun jauuuh sekali untuk dicapai.

Nah, ternyata yang sedang mereka lakukan di awal kegiatan pembelajaran tersebut adalah bagaimana membuat siswanya terkesan sehingga materi yang akan diberikan menjadi materi yang membuat siswa penasaran. Guru pertama ternyata akan mengajar masuknya Islam ke Indonesia. Ia sengaja mengenakan pakaian tersebut agar siswanya bertanya sehingga terjadi diskusi di awal kegiatan. Guru ke dua ternyata sedang mengajarkan panca indera, yaitu indera peraba. Ia ingin anak-anak di dalam kelasnya bisa merasakan lembutnya anak ayam tersebut dan menyampaikannya setelah menyentuhnya.

Kegiatan di atas disebut Hook activities, yaitu kegiatan yang ditujukan untuk menarik perhatian siswa tanpa harus meminta mereka untuk memperhatikan gurunya. Apa yang dibawa atau dilakukan guru di depan kelas akan otomatis menarik perhaian siswa sehingga mereka penasaran dengan apa yang akan diberikan selanjutnya oleh guru. Kelas akan diramaikan oleh pertanyaan siswa dan perhatian siswa akan terfokus pada apa yang sedang dibicarakan.

Mari kita coba mencari hook activities dan mengumpulkannya sehingga menjadi kumpulan kegiatan yang bisa dipakai sewaktu-waktu kita membutuhkannya.

4 thoughts on “Hook!

  1. tulisan yang menarik. untuk memulai pembelajaran hindari menuliskan konsep, menuliskan judul, membacakan tujuan pembelajaran; membosankan. Gunakan strategi seperti yang ditulis Bu Angi. Dalam IPA ada yang disebut dengan eksperimen pemicu untuk menimbulkan permasalahan bagi siswa; yang selanjutnya mendorong siswa untuk selalu mencari tahu dan memecahkan permasalahanya. selamat dan sukses

    • Bu Angie,
      Itu strategi dan sikap proaktif yang ditunjukkan bukan reaktif. Karena dengan sikap proaktif pemimpin menentukan pilihan-pilihan dan beranjak dari kehendak bersama mau apa dan ke mana. Selamat ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: