Brutal Fact

Seorang teman mengeluh kepada saya tentang SDM di sekolahnya. Teman saya memiliki keinginan unuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya dengan menaikkan kesejahteraan pegawai namun terbentur biaya yang sangat besar dan Yayasan belum memiliki kemampuan untuk itu. Ia merasa bahwa jalan untuk menjadikan sekolahnya menjadi sekolah yang luar biasa (Great School) tertutup sudah.

Saya mengatakan kepada teman saya tersebut bahwa yang sedang dihadapi olehnya adalah suatu kenyataan yang memng tidak diinginkan, atau bisa juga dikatakan kenyataan yang pahit (Brutal Fact). Yang terpenting adalah bagaimana ia mencari jalan keluar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Kemudian saya bertanya kepadanya, apakah menaikkan kesejahteraan adalah satu-satunya cara baginya untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik? Apakah ada jaminan langkahnya tersebut memang jitu? Apakah ia juga memiliki kemampuan untuk melakukannya? Bagaimana dengan kemampuan Yayasan yang memang sudah tidak memungkinkannya untuk menaikkan kesejahteraan karyawannya?

Beberapa lama kemudian saya kembali bertemu dengannya. Ia bercerita tentang kondisi sekolah yang berangsur baik dari sisi kualitas pendidikannya. Saya berfikir bahwa ia sudah berhasil memiliki dana untuk menaikkan kesejahteraan karyawannya. Namun teman saya mengatakan kepada saya bahwa langkah yang dulu pernah ia pikirkan tidak pernah ia jalankan. Yang ia lakukan adalah fokus kepada bagaimana gurunya memiliki kemampuan mengajar yang baik. Untuk menghasilkan hal itu, ia kemudian membuat program mandiri. Gurunya secara bergantian mengunjungi kelas rekannya untuk melihat hal-hal positif dari kelas rekannya tersebut, kemudian pertemuan rutin pun dilakukan di ruang kelas yang selalu berbeda agar setiap orang bisa belajar dari apa yang dilakukan di kelas yang dilihatnya. Sebelum rapat, biasanya rekan saya selalu memunculkan masalah atau topik yang menarik untuk dibahas bersama, misalnya surat pembaca di koran yang berisi keluhan orang tua terhadap sekolah (yang terjadi di sekolah lain), atau berita seorang guru berprestasi atau apa saja sehingga meeting berisi diskusi yang hasilnya bisa menginspirasi yang hadir saat itu. Hal itu dilakukannya berulang-ulang, sehingga tanpa sadar, wawasan gurunya semakin luas. Mereka semakin bijak dalam melihat suatu masalah, lebih bisa menempatkan diri pada suatu kenyataan.

Saya hanya terpana, akhirnya teman saya bisa mengatasi Brutal Fact nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: