<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jun 2011 15:06:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='laboratoriumpendidikan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makna Ujian (Nasional)</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/06/07/makna-ujian-nasional/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/06/07/makna-ujian-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 15:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja ujian nasional selesai digelar. Semua lega, tinggal menunggu hasilnya.  Para siswa, orang tua, guru kelas, guru les, guru bimbel, pengawas, Kepala Dinas dan seterusnya berharap cemas menantikan hasilnya.  Setelah melewati serangkaian kerja keras, mulai dari persiapan program, pelaksanaan program sampai uji joba beberapa kali dilakukan, akhirnya semua lega, lega karena ujian telah selesai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=495&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/06/anya-ujian.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-496" title="anya ujian" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/06/anya-ujian.jpg?w=125&#038;h=150" alt="" width="125" height="150" /></a>Baru saja ujian nasional selesai digelar. Semua lega, tinggal menunggu hasilnya.  Para siswa, orang tua, guru kelas, guru les, guru bimbel, pengawas, Kepala Dinas dan seterusnya berharap cemas menantikan hasilnya.  Setelah melewati serangkaian kerja keras, mulai dari persiapan program, pelaksanaan program sampai uji joba beberapa kali dilakukan, akhirnya semua lega, lega karena ujian telah selesai dilaksanakan.</p>
<p>Namun, apa sesungguhnya makna dari kerja keras itu semua?  Apakah sebenarnya yang ingin dimaknai?  kerja keras yang mana?  yang enam bulan persiapan ujiannya ataukah sebetulnya lega atau cemas menanti hasil proses pembelajaran selama sekian tahun?  Apa sebenarnya makna yang terkandung dari perhelatan yang cukup melelahkan sekaligus mendebarkan banyak orang tersebut?  Hikmah apa yang ingin diambil?</p>
<p>Ujian, sesuai dengan katanya, tentunya harus dimaknai dengan benar.  Ujian nasional sebaiknya janganlah dimaknai dengan dangkal, yaitu hanya menganggap ujian untuk menguji seberapa besar daya serap siswa atas apa yang dipelajarinya.  Mengapa kita tidak bersama-sama memaknainya secara luas?</p>
<p>Begini, bagaimana kalau kita membiasakan untuk memaknai ujian seperti ini:</p>
<p>1.  Ujian digunakan untuk melihat seberapa jauh proses belajar siswa berjalan, artinya, seberapa baik guru kita mengajar.</p>
<p>2.  Ujian adalah momen dimana para siswa diuji kejujuran dan tanggung jawabnya dalam belajar dan menjalankan tes. Sehingga siswa akan menolak segala bentuk tawaran untuk membantunya dalam menjawab soal.</p>
<p>3.  Ujian memberi kesempatan kepada seluruh orang tua untuk memberi dukungan morilnya kepada putra putrinya agar mereka berusaha sebaik mungkin dalam menyelesaikan ujian.  Artinya, ini adalah ujian bagi orang tua untuk tidak memberikan dukungan materil dalam membelikan jawaban soal apabila ada yang menawarkan.</p>
<p>4. Ujian menawarkan kepada seluruh pendidik, dalam hal ini guru dan Kepala Sekolah, untuk menjaga martabatnya untuk tidak terpancing melakukan hal-hal yang kurang terpuji karena ingin membantu anak didiknya lulus.  Artinya, guru dan Kepala Sekolah merelakan para siswanya bekerja sendiri dan memperoleh hasil apa adanya.</p>
<p>5.  Ujian memberikan kesempatan kepada para pengawas untuk memberikan dukungan kepada seluruh sekolah binaannya agar ujian berjalan dengan lancar.  Artinya, para pengawas diuji moralnya untuk mendukung pelaksanaan ujian yang bersih dan jujur.</p>
<p>6.  Ujian adalah waktu bagi Kepala Dinas untuk membuktikan bahwa mereka adalah para pelopor pendidikan yang akan berdiri tegak dalam membela kejujuran pelaksanaan ujian.  Artinya, para Kepala Dinas diuji kerelaannya melepas jabatannya apabila hasil ujian tidak sesuai harapan (tidak ada kejujuran).</p>
<p>Itulah makna dari ujian (nasional) yang sesungguhnya.  Mari kita selalu menjaga kelulusan ujian dengan menjaga maknanya secara utuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=495&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/06/07/makna-ujian-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/06/anya-ujian.jpg?w=125" medium="image">
			<media:title type="html">anya ujian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa (Mau) Jadi Guru?</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/02/14/mengapa-mau-jadi-guru/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/02/14/mengapa-mau-jadi-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 13:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teaching and Learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Saat santai penulis mengajukan pertanyaan iseng kepada beberapa rekan guru di kantin.  Pertanyaannya seperti ini: &#8216;Kalau punya anak perempuan, apakah diperbolehkan apabila kelak menikah dengan guru?&#8217; Kalau punya anak lelaki, apakah boleh menjadi guru?&#8217; .  Pertanyaan sederhana, namun ternyata ke tiga rekan saya tidak cepat menjawab.  Mereka berpkir cukup lama juga sebelum menyampaikan jawabannya. Akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=489&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/02/sdc16270.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-490" title="VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/02/sdc16270.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Saat santai penulis mengajukan pertanyaan iseng kepada beberapa rekan guru di kantin.  Pertanyaannya seperti ini: &#8216;Kalau punya anak perempuan, apakah diperbolehkan apabila kelak menikah dengan guru?&#8217; Kalau punya anak lelaki, apakah boleh menjadi guru?&#8217; .  Pertanyaan sederhana, namun ternyata ke tiga rekan saya tidak cepat menjawab.  Mereka berpkir cukup lama juga sebelum menyampaikan jawabannya.</p>
<p>Akhirnya jawaban yang ditunggu-tunggu keluar juga.  Jawaban pertama adalah seperti ini:</p>
<p>&#8216;Wah, saya harus relistis. Jadi guru, apalagi guru SD, berapa sih gajinya?  Kalau anak saya bermenantukan atau menjadi guru besar sih oke saja&#8230;..&#8217;</p>
<p>Apa jawaban dari rekan saya yang ke dua?</p>
<p>&#8216;Saya sih tidak melarang, tapi kalau bisa sih jangan&#8230;..&#8217;</p>
<p>Jawaban dari rekan ke tiga adalah sebagai berikut :</p>
<p>&#8216;Saya ingin anak saya bahagia,  dan kebahagian terletak pada terwujudnya pilihan dalam hidupnya.  Sama dengan saya.  Saya ingin sekali menjadi guru.  Saya tahu gajinya tidak besar namun tanggung jawabnya besar.  Menjadi guru masih belum terlalu bergengsi di mata orang.  Tapi saya tidak tahu mengapa saya tetap ingin menjadi guru, dan saya bahagia dengan pilihan saya.&#8217;</p>
<p>Teman, jawaban ke tiga cukup menggelitik saya.  Ternyata gambaran rekan ke tiga ini  terhadap profesi guru persis seperti lagu cinta yang sering saya dengar&#8230;<em><strong>unconditional love&#8230;..</strong></em>Betapa indahnya apabila kita mencintai pekerjaan yang tidak dibebani dengan ini itu, tidak berat kepada duniawi, namun bekerja penuh komitmen, tidak merasa terbebani&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Pertanyaan santai memberi pelajaran berharga bagi saya.  Terima kasih rekan-rekan guru.  Apapun jawabannya, tetap bisa membuat saya untuk berefleksi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=489&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/02/14/mengapa-mau-jadi-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/02/sdc16270.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membentuk Komunitas Pembelajar Lewat Challenge Session</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/02/01/membentuk-komunitas-pembelajar-lewat-challenge-session/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/02/01/membentuk-komunitas-pembelajar-lewat-challenge-session/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 05:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teaching and Learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan sekalian, banyak pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang bagaimana caranya agar guru-guru di sekolah senang belajar.  Mereka mengeluhkan betapa sulitnya para guru diajak untuk terus menambah wawasan, memiliki kebiasaan membaca dan terus mengembangkan serta mengasah kemampuan mengajarnya. Berdasarkan pengalaman penulis, hal di atas memang kerap terjadi di tempat tertentu.  Biasanya para guru malas belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=485&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/02/sdc16269.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-486" title="VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/02/sdc16269.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Rekan-rekan sekalian, banyak pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang bagaimana caranya agar guru-guru di sekolah senang belajar.  Mereka mengeluhkan betapa sulitnya para guru diajak untuk terus menambah wawasan, memiliki kebiasaan membaca dan terus mengembangkan serta mengasah kemampuan mengajarnya.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman penulis, hal di atas memang kerap terjadi di tempat tertentu.  Biasanya para guru malas belajar karena memang tidak ada tuntutan atau tagihan, mereka berpikir buat apa belajar kalau kondisi yang mereka alami saat ini sudah mapan.  Padahal, guru adalah salah satu sumber informasi bagi para siswanya.  Celakanya, sebagian guru sulit mengikuti kebutuhan jaman, perkembangan informasi dan tuntutan kondisi.</p>
<p>Kalau sudah terjadi hal seperti di atas, apa yang kita, sebagai manajemen, harus  lakukan?  mengeluh? mendumel? berharap para guru cepat pensiun? wow, jangan-jangan sebelum mereka pensiun, kitanya yang akan frustasi lebih parah lagi.  Terus&#8230;apa solusinya?  mungkin kegiatan berikut ini bisa membantu membentuk komunitas guru sebagai komunitas pembelajar.</p>
<p>Untuk mengatasi hal di atas, mungkin kegiatan dengan istilah<em> Challenge Session </em>bisa membantu para guru menjadi pribadi pembelajar.</p>
<p>Di awal semester, para guru bisa dipastikan membuat rencana pengajaran.  Terlepas dari mereka yang senang meng <em>copy paste</em> program dari sana-sini, kepala sekolah bisa mengumpulkan mereka untuk mendiskusikan programnya.</p>
<p>Awalnya, kepala sekolah bisa membuat jadwal siapa yang akan mempresentasikan programnya dan meminta rekannya untuk mempertanyakan apa saja yang dirasa kurang pas dari program tersebut.  Sang desainer, yaitu guru yang sedang presentasi, tentunya harus memberi penjelasan mengapa ia menyusun programnya sedemikian rupa sehingga alasannya bisa diterima oleh para rekannya.  Dalam sesi ini, kepala sekolah berperan besar dalam menghidupkan sesi pada saat  memberikan masukan-masukan atau komentar yang berkualitas.  Dengan kata lain, kepala sekolahnya pun haruslah memiliki latar belakang tentang pembelajaran.</p>
<p>Teman -teman sekalian, apabila kegiatan di atas dilakukan secara berkala, siapa akhirnya yang harus belajar?  Guru-guru?  ya, tentunya.  Siapa lagi?  sudah pasti kepala sekolahnya pun harus belajar untuk bisa memberikan komentar yang berbobot.</p>
<p>Rutinnya kegiatan di atas akan membuat setiap orang tidak asal dalam menyusun program, apalagi meng copy paste nya dari sekolah lain.  Sudah bukan jamannya lagi sekolah membiarkan para gurunya meng <em>copy paste </em>program. &#8230;.. malu oleh siswa yang selalu diingatkan oleh kita supaya tidak menyontek, sementara gurunya hobi <em>copy paste.</em>&#8230;&#8230;!!!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=485&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2011/02/01/membentuk-komunitas-pembelajar-lewat-challenge-session/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2011/02/sdc16269.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>School Development Planning (SDP) atau Rencana Pengembangan Sekolah</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/12/29/school-development-planning-sdp-atau-rencana-pengembangan-sekolah/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/12/29/school-development-planning-sdp-atau-rencana-pengembangan-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 07:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka menjadikan sekolah sebagai suatu komunitas belajar yang berkualitas, sekolah tidak bisa terlepas dari yang namanya perubahan.  Dan tentunya perubahan tersebut sangatlah dinamis.  Sayangnya, tidak semua sekolah mampu dan mau mengatasinya. Sebagian memilih berangan-angan ingin berubah, sebagian merasa pesimis bisa berubah.  Padahal perubahan akan selalu datang menghampiri mereka, yang kadang bisa membawa kebaikan. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=478&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/12/picture2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-479" title="Picture2" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/12/picture2.jpg?w=150&#038;h=110" alt="" width="150" height="110" /></a>Dalam rangka menjadikan sekolah sebagai suatu komunitas belajar yang berkualitas, sekolah tidak bisa terlepas dari yang namanya perubahan.  Dan tentunya perubahan tersebut sangatlah dinamis.  Sayangnya, tidak semua sekolah mampu dan mau mengatasinya. Sebagian memilih berangan-angan ingin berubah, sebagian merasa pesimis bisa berubah.  Padahal perubahan akan selalu datang menghampiri mereka, yang kadang bisa membawa kebaikan. Namun jangan salah, perubahan yang tidak dikelola akan membuat sekolah terombang ambing.  Hal ini terjadi karena biasanya sekolah tidak memiliki filter yang disebut sebagai tujuan.  Kalau filternya bolong, sekolah akan dengan semangat mengikuti kemana arah perubahan terjadi, yang kemudian akan merasa lelah dan munculah yang namanya frustasi.  Frustasi terjadi karena merasa tidak pernah mencapai harapan.  Bagaimana akan mencapai harapan apabila harapannya pun berubah-ubah? Kalau sudah frustasi, akhirnya didatangkanlah yang namanya kambing hitam, agar kesalahan tidak nampak dipundak pelakunya.  Hal ini akan terus terjadi, berputar mengelilingi lingkaran.</p>
<p>Untuk dapat mengatasi perubahan tersebut, sekolah membutuhkan suatu perencanaan yang efektif.  Langkah ini adalah School Development Planning (SDP) atau Rencana Pengembangan Sekolah.  Menurut David Tuohy  (1997), SDP adalah serangkaian langkah yang membantu sekolah mencapai tujuannya.</p>
<p>SDP dapat membantu sekolah menentukan prioritas atas apa yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu, siapa yang akan mengerjakannya, dan memberi kesempatan kepada sekolah untuk berkolaborasi dengan semua pihak yang berkepentingan.</p>
<p>Fokus dari SDP adalah prestasi belajar siswa.  Oleh sebab itu, segala perencanaan dan kegiatannya harus mengacu kepada tujuan pendidikan sekolah, yaitu prestasi belajar siswa.  Banyak sekolah yang pada saat penyusunan rencana pengembangan sekolahnya hanya didesain oleh sekelompok pengambil kebijakan yang kurang paham dengan prestasi belajar siswa  sehingga dokumen yang dihasilkan kurang mendukung tujuan pendidikan yang utama.  Hal ini disebabkan selain kurang pahamnya si pendesain, juga terkadang mereka membuat rencana tanpa melibatkan pihak-pihak yang berkecimpung di lapangan.</p>
<p>SDP bukanlah sekedar dokumen bisnis yang dihasilkan para ahli namun tidak bermakna, SDP merupakan dokumen milik bersama, disusun bersama dan dilaksanakan bersama pula.  SDP bisa bermakna apabila dipahami oleh semua pihak sehingga apa yang dirancang dapat terwujud.</p>
<p>Idealnya, penyusunan SDP dilakukan setelah sekolah melakukan asesmen diri sehingga mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi.  Namun sayangnya tidak semua sekolah memiliki keterampilan tersebut sehingga pada saat membuat SDP tidak sejalan dengan apa yang diharapkan.  Keluhan, saling menyalahkan serta kefrustasian yayasan maupun sekolah biasanya berawal dari hal tersebut di atas.</p>
<p>Penyusunan SDP tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin untuk dirancang, apalagi dilaksanakan.  Komitmen dari semua pihak yang berkepentingan untuk menjalankan kegiatan sesuai dengan SDP menjadi penting.  Asesmen terhadap SDP yang dilakukan bersama akan menambah semangat sekolah untuk menjadi lebih baik di masa mendatang dan menjadi GREAT SCHOOL, bukan hanya tetap bertahan di GOOD SCHOOL.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=478&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/12/29/school-development-planning-sdp-atau-rencana-pengembangan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/12/picture2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pemimpin Kurikulum (Instructional Leader ) Yang Efektif</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/12/09/menjadi-pemimpin-kurikulum-instructional-leader-yang-efektif/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/12/09/menjadi-pemimpin-kurikulum-instructional-leader-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 09:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menjadi pemimpin kurikulum yang efektif?  Berikut 7 langkah dariK Elaine Mc Ewan menuju kepemimpinan kurikulum yang efektif tersebut: •Menentukan tujuan pendidikan yang jelas •Selalu ada apabila dibutuhkan •Menciptakan suasana belajar untuk para gurunya. •Mengkomunikasikan visi dan misi •Menentukan harapan yang tinggi bagi guru •Mengembangkan kepemimpinan bagi guru •Menjaga sikap positif bagi guru, siswa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=472&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin menjadi pemimpin kurikulum yang efektif?  Berikut 7 langkah dari<strong><em>K </em><em>Elaine Mc Ewan</em></strong> menuju kepemimpinan kurikulum yang efektif tersebut:</p>
<div>•Menentukan tujuan pendidikan yang jelas</div>
<div>•Selalu ada apabila dibutuhkan</div>
<div>•Menciptakan suasana belajar untuk para gurunya.</div>
<div>•Mengkomunikasikan visi dan misi</div>
<div>•Menentukan harapan yang tinggi bagi guru</div>
<div>•Mengembangkan kepemimpinan bagi guru</div>
<div>•Menjaga sikap positif bagi guru, siswa dan orang tua.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Silahkan mencobanya.  Tidak perlu terburu-buru, sedikit demi sedikit namun pasti.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=472&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/12/09/menjadi-pemimpin-kurikulum-instructional-leader-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Sekolah Sukses</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/30/menuju-sekolah-sukses/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/30/menuju-sekolah-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 14:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Ingin mendapatkan rumus pasti tentang sekolah sukses?  Tentunya jawabannya tidak ada.  &#8220;There is no blueprint for successful school improvement.  It is a process.&#8221;  Ya, memang tidak ada rumus yang pasti, yang ajeg dan yang ces pleng.  Tidak bisa pula kita mencontoh mentah &#8211; mentah langkah yang dilakukan oleh sekolah lain untuk kesuksesan sekolah kita. Sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=467&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/piknik-2.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-468" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/piknik-2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Ingin mendapatkan rumus pasti tentang sekolah sukses?  Tentunya jawabannya tidak ada.  &#8220;There is no blueprint for successful school improvement.  It is a process.&#8221;  Ya, memang tidak ada rumus yang pasti, yang ajeg dan yang ces pleng.  Tidak bisa pula kita mencontoh mentah &#8211; mentah langkah yang dilakukan oleh sekolah lain untuk kesuksesan sekolah kita.</p>
<p>Sekolah terdiri dari komponen guru, siswa dan orang tua.  Komponen ini tentunya memiliki sisi yang unik antar satu sekolah dengan sekolah lain.  Langkah-langkah untuk memajukan sekolah satu pasti berbeda dengan sekolah lainnya.  Intinya, jangan pernah menyerah untuk berusaha.  Selalulah mengambil <em>lesson learnt</em> dari setiap proses dan menjadikannya cerminan untuk melangkah ke depan.  Pilihlah strategi yang memang cocok bagi kultur sekolah, tidak perlu khawatir dengan pilihan sekolah orang lain karena mereka memiliki kultur yang berbeda.</p>
<p>Bagaimana dengan struktur organisasi sekolah kita?  Jangan khawatir, tidak ada struktur yang sempurna.  Bentuk struktur penting, namun yang terpenting adalah apa yang terjadi di dalamnya.</p>
<p>Bagaimana dengan pengembangan staf?  Sangat penting pasti.  Namun pengembangan tersebut akan sangat bermakna apabila memiliki pengaruh terhadap peningkatan belajar siswa!</p>
<p>Nach, para pembaca sekalian, jangan khawatir dengan apa yang kita miliki, refleksi atas apa yang dicapai jauh lebih penting daripada harus sering mengganti apa yang sudah ada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=467&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/30/menuju-sekolah-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/piknik-2.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peran Orang Tua dalam Pendidikan</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/18/peran-orang-tua-dalam-pendidikan/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/18/peran-orang-tua-dalam-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 06:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya sangatlah penting dan tidak bisa dianggap remeh karena berhubungan dengan pencapaian akademik dan perkembangan kognitif anak-anaknya.  Semakin orang tua ber peran dalam pendidikan anaknya, semakin orang tua akan sering berhubungan dengan sekolah dan otomatis orang tua akan lebih memahami perkembangan anaknya dan proses belajarnya di sekolah. Apabila hal ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=463&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/img_0575.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-464" title="IMG_0575" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/img_0575.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya sangatlah penting dan tidak bisa dianggap remeh karena berhubungan dengan pencapaian akademik dan perkembangan kognitif anak-anaknya.  Semakin orang tua ber peran dalam pendidikan anaknya, semakin orang tua akan sering berhubungan dengan sekolah dan otomatis orang tua akan lebih memahami perkembangan anaknya dan proses belajarnya di sekolah. Apabila hal ini terjadi, maka orang tua akan menjadi guru yang baik di rumah dengan  mengaplikasikan cara-cara positif dalam membimbing putra putrinya.</p>
<p>Selain hal di atas, apabila orang tua semakin terlibat dengan pendidikan anak-anaknya, maka orang tua akan memiliki sikap positif dan lebih percaya diri dalam mengikuti segala kegiatan di sekolah.</p>
<p>Untuk membantu proses belajar putra putrinya, orang tua perlu memahami peran yang dijalaninya yaitu peran yang selalu memberikan motivasi pada saat anak-anak mereka berada dalam kondisi gamang atau putus asa dalam mengalami segala permasalahan di sekolah, misalnya nilai yang buruk, guru yang kurang komunikatif, teman-teman di sekolah yang kurang bersahabat atau segala permasalahan yang dapat membuat anak frustasi dalam belajar.  Apabila orang tua melakukan ini, maka orang tua sedang melakukan salah satu perannya yaitu sebagai <em>teman.<span id="more-463"></span></em></p>
<p>Peran lainnya adalah sebagai <em>guru. </em>Tentunya orang tua tidak bisa menyerahkan pendidikan sepenuhknya kepada sekolah.  Di rumah, orang tua perlu memberikan bantuan dari sisi akademik, misalnya membantu anak membaca, menulis atau membimbing mereka pada saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumah untuk matematika.  Orang tua dapat menerangkan konsep matematika sebagai penguatan.  Namun tentunya semuanya ini sulit dilaksanakan apabila orang tua tidak pernah terlibat dalam segala jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah.  Workshop-workshop yang ditawarkan oleh sekolah untuk orang tua sebenarnya dapat membantu orang tua dalam membantu anaknya di rumah.</p>
<p>Semua orang tua berharap agar putra-putrinya menjadi pribadi yang tangguh, yang bisa menyelesaikan segala permasalahannya secara mandiri.  Hal ini tentunya bisa terjadi melalui proses yang panjang dan ada kesesuaian antara yang dilaksanakna di sekolah dengan di rumah.  Misalnya, disiplin  menjadi hal utama yang harus menjadi perhatian orang tua karena hal ini akan berdampak terhadap kompetensi belajar anak.  Namun seperti kita ketahui, disiplin memerlukan waktu dan pembiasaan yang panjang, sehingga konsistensi di sekolah dan di rumah menjadi sangat penting.  Apabila orang tua sudah berusaha membantu hal tersebut di rumah, berarti orang tua sudah menjalankan perannya sebagai <em>penguat.</em></p>
<p>Pertanyaannya adalah, diantara kesibukkan kita, peran mana yang sudah kita jalankan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=463&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/18/peran-orang-tua-dalam-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/img_0575.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0575</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reflective Journal atau Jurnal Belajar</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/01/reflective-journal-atau-jurnal-belajar/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/01/reflective-journal-atau-jurnal-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 01:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teaching and Learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Belajar merupakan suatu perjalanan panjang atau disebut juga sebagai Long Journey. Dalam perjalanannya tersebut, tentunya sang pelajar perlu melihat apa yang terjadi dalam proses beelajarnya.  Refleksi, tepatnya.  Siapa yang perlu melakukan refleksi?  Ya semua pembelajar.  Mulai dari guru sampai siswa.  Untuk dapat menjadi pembelajar yang baik, perlu kiranya yang bersangkutan melakukan refleksi dengan cara menuliskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=459&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar merupakan suatu perjalanan panjang atau disebut juga sebagai <em><strong>Long Journey. </strong></em>Dalam perjalanannya tersebut, tentunya sang pelajar perlu melihat apa yang terjadi dalam proses beelajarnya.  Refleksi, tepatnya.  Siapa yang perlu melakukan refleksi?  Ya semua pembelajar.  Mulai dari guru sampai siswa.  Untuk dapat menjadi pembelajar yang baik, perlu kiranya yang bersangkutan melakukan refleksi dengan cara menuliskan perjalanan proses belajarnya.  Kumpulan tulisan yang digoreskannya tersebut dinamakan sebagai <em><strong>Jurnal Belajar </strong></em>atau <em><strong>Learning Journal </strong></em>atau disebut juga dengan nama <em><strong>Reflective Journal.</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em>Menurut <em>Dennis List</em>,   jurnal belajar merupakan kumpulan catatan yang berisikan tentang proses belajar seseorang yang bertujuan agar pembelajar dapat belajar dari pengalamannya selama menjalani proses tersebut.</p>
<p>Menurut beliau, jurnal belajar bukanlah kumpulan catatan materi pelajaran, bukan pula kumpulan dari catatan kegiatan belajar yang berisi jadwal dan kegiatannya.  Jurnal belajar berisi catatan refleksi dan pikiran-pikiran dari si pembelajar.</p>
<p>Di Sekolah Dasar, jurnal belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara:</p>
<p>1.  Dilakukan seminggu sekali dengan menuliskan pengalamannya belajar selama satu minggu.  Guru bisa meminta siswa memilih satu kegiatan dan pendapatnya mengenai apa yang sudah dilakukan, misalnya kejadian pada saat berteman, bermain atau yang berhubungan dengan non akademik.</p>
<p>2. Dilakukan setelah mempelajari topik materi tertentu.  Siswa menuliskan apa yang mereka rasakan setelah mereka belajar materi tersebut, bagaimana pendapatnya dan apa yang bisa mereka lakukan untuk bisa lebih baik lagi.</p>
<p>Bagaimana  dengan guru?  Sama dengan siswanya, mereka dapat menuliskan pendapatnya tentang  kegiatan mengajar dan bagaimana usaha untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya serta memperbaiki kualitas pembelajarannya.</p>
<p>Berikut adalah contoh refleksi dari siswa yang diberi komentar gurunya.</p>
<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/jurnal-belajar-nisa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-461" title="Jurnal belajar nisa" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/jurnal-belajar-nisa.jpg?w=300&#038;h=223" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=459&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/11/01/reflective-journal-atau-jurnal-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/11/jurnal-belajar-nisa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jurnal belajar nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEAR (Drop Everything And Read) Bersama Koran</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/10/13/dear-drop-everything-and-read-bersama-koran/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/10/13/dear-drop-everything-and-read-bersama-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 06:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teaching and Learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara untuk membuat  belajar bahasa Indonesia, khususnya membaca, menjadi kegiatan yang menyenangkan.  Di kelas enam, para siswa dituntut untuk menambah kosa katanya sekaligus menambah wawasan dalam pengetahuan umum.  Nach, bagaimana solusinya agar kegiatan tidak membosankan.  Mungkin ide berikut dapat membantu. 1.  Minta siswa membawa koran (bisa koran bekas atau koran yang masih baru). 2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=450&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak cara untuk membuat  belajar bahasa Indonesia, khususnya membaca, menjadi kegiatan yang menyenangkan.  Di kelas enam, para siswa dituntut untuk menambah kosa katanya sekaligus menambah wawasan dalam pengetahuan umum.  Nach, bagaimana solusinya agar kegiatan tidak membosankan.  Mungkin ide berikut dapat membantu.</p>
<p>1.  Minta siswa membawa koran (bisa koran bekas atau koran yang masih baru).</p>
<p>2. Dalam kegiatan <em>silent reading </em>atau membaca senyap, minta siswa untuk memilih artikel yang paling disukaiainya dan membacanya dengan seksama.</p>
<p>3.  Guru menyiapkan satu graphic organizer untuk menuliskan poin-poin bacaan.</p>
<p>4. Siswa mengisi graphic organizer dan mencatat kosa kata baru yang ditemuinya.</p>
<p>Kegiatan di atas dapat diadopsi ntuk mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran lainnya.  Sederhana bukan?</p>
<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/10/scan-aliev1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-453" title="scan Aliev'" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/10/scan-aliev1.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/450/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=450&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/10/13/dear-drop-everything-and-read-bersama-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/10/scan-aliev1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">scan Aliev'</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Siswa Kelas 5-6</title>
		<link>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/10/10/karakteristik-siswa-kelas-5-6/</link>
		<comments>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/10/10/karakteristik-siswa-kelas-5-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 12:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1mad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Mulai kelas 5, siswa akan menunjukkan perilaku yang berbeda dalam belajar.  Hal ini bisa membuat guru dan orang tua bingung bagaimana menghadapi mereka.  Berikut adalah fakta-fakta yang bisa kita pelajari sehubungan dengan siswa kelas 5-6 agar kita bisa memahami mereka dan bisa membantunya dalam belajar. •Terjadi perubahan fisik dan beberapa anak merasa bingung atau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=446&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/10/img_2240.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-447" title="IMG_2240" src="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/10/img_2240.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Mulai kelas 5, siswa akan menunjukkan perilaku yang berbeda dalam belajar.  Hal ini bisa membuat guru dan orang tua bingung bagaimana menghadapi mereka.  Berikut adalah fakta-fakta yang bisa kita pelajari sehubungan dengan siswa kelas 5-6 agar kita bisa memahami mereka dan bisa membantunya dalam belajar.</p>
<div>•Terjadi perubahan fisik dan beberapa anak merasa bingung atau tidak nyaman dengan perubahan ini.  Anak perempuan kebanyakan lebih  cepat dewasa dari anak laki-laki.</div>
<div>•Terjadi perubahan hormon dan emosi yang akan mempengaruhi konsep diri</div>
<div>•Perubahan di atas berdampak terhadap perilaku.  Mereka mulai menabrak nilai-nilai dan mencari or ang yang dapat diajak berdiskusi.</div>
<div>•Menginginkan kemandirian.  Mereka sangat ingin disukai oleh temannya.  Pendapat teman menjadi sangat penting dalam hal berpakaian, musik atau beberapa kegiatan.</div>
<div>•Cara berfikir berpindah dari konkrit ke abstrak.  Solusi dari orang dewasa terkadang ditolak, lebih senang mencari solusi sendiri.</div>
<div>•Orang tua atau guru sebaiknya tidak membandingkan mereka dengan yang lainnya.  Mereka ingin dianggap penting dan diberi kesempatan untuk memperlihatkan tanggung jawabnya.</div>
<div></div>
<div>Mudah-mudahan dapat membantu para pembaca.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laboratoriumpendidikan.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laboratoriumpendidikan.wordpress.com&amp;blog=7669610&amp;post=446&amp;subd=laboratoriumpendidikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laboratoriumpendidikan.wordpress.com/2010/10/10/karakteristik-siswa-kelas-5-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c645e023242327b432bfe14840332043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1mad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laboratoriumpendidikan.files.wordpress.com/2010/10/img_2240.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2240</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
